Entri Populer

Monday, 23 May 2011

Tuhan Gemar main Wayang



Kupikir Tuhan gemar bermain wayang. Ia jadi Dalangnya…
Aku jadi bagian permainannya…
Kau tahu…boneka kayu yang dimainkan dengan lidi terkait pada kaki, tangan dan lehermu.
Tak dapat bergerak bebas
Semuanya dikendalikan
Ceritanya???sesuka hati sang Dalang..
Mungkin hari ini ceritanya baik untukmu…
Kau menjadi seorang pahlawan yang disukai banyak orang. Mendapat tepukan sana – sini. Suara gemuruh penonton yang menyorakimu…
Mereka menyukaimu…
Tapi di hari lain kau menjadi sosok yang buruk rupa tampang dan karaktermu juga…
dan pastinya dibenci banyak orang.
Atau…
Adakalanya juga Ia memainkanmu menjadi tokoh tak berarti.
Hanya lewat sebentar untuk melengkapi cerita dan pergi…
Dilupakan orang….
Kupikir Tuhan tak adil…
Apa alasannya Ia memilih - milih tokoh yang pantas untuk sebuah karakter???
Apa alasannya Ia menciptakan cerita yang membunuh karakter si wayang???
Apa alasannya ketika aku hanya menjadi pemeran pembantu dalam pagelaran wayangNya???
Suatu ketika, selesai Ia memainkan kami (wayang2nya)…
Ia memandangi kami…memperhatikan kami dengan seksama…
Pelan – pelan Ia mengangkatku…menatapku..sesekali menyentuh kayu2 di tubuhku yang sudah lapuk…
Oke…Tuhan aku tahu aku buruk…tubuh kayuku ini sudah lapuk…terkena panasnya matahari dan keringat – keringat orang yang memegangiku…warnaku pun sudah memudar…sulit melihat karakterku karna warna wajah yang tak jelas ini…
Sudah buang saja aku…
Ia mencungkil bagian tubuhku yang lapuk…sakiiiiiiit sekaliiii….
Hhhhh.Ia bahkan tak mendengarku…aku menyerah…
Ia mengambil bubuk putih…seperti semen atau gips…Ia mencampurnya dengan sedikit air…Ia berjalan lagi dan mendapatkan tinta cair..Ia mengambil warna coklat dan putih..meneteskan sedikit dalam campuran semen cair tadi…
Dengan tangannya..Ia mengambil sedikit campuran semen itu dan menaruhnya pada bagian tubuh yang sudah dicungkiliNya tadi… wooowwww….rasanya dingin…menyegarkan sekali…
Lalu Ia mendiamkanku sebentar…diambilNya kembali sambil memastikan bagian yang ditambalNya tadi sudah benar – benar kering
Sekarang Ia mengambil kembali tinta cairnya…kali ini banyak warna yang ia siapkan diatas pallet…lalu Ia mulai melukisku…
Ia mempertegas warna – warna di wajahku…
Sempurna…yaa…sempurna memang(gumamku dalam kekecewaan)
Kali ini Ia membuat wajahku menjadi sosok yang menakutkan.
Penuh amarah dan kebencian di wajahku…
Hhhhh….okay…okay…makin banyak orang yang akan membenciku kali ini…
Tapi ketika Ia selesai memoles wajahku…Ia tersenyum dan berkata…
“Tenanglah,,,kau menyempurnakan pagelaranku…Aku membutuhkan sosokmu untuk menyempurnakan ceritaku. Agar setiap penonton yang melihatnya mengerti cerita yang kusampaikan. Mengambil pesan moral yang kutanamkan dalam tiap cerita. Aku memilih..karna Aku mau semua mendapatkan peran terbaik…dan cerita yang kubuat pun semakin indah dan sempurna”

Jadi…aku mengerti sekarang…itu sebabnya juga kita tak berhak mengukur baik – buruknya seseorang…
Ini semua hanya tentang memainkan peran masing – masing…
Tenyata kita bukan wayang…kita manusia…memiliki kebebasan dan Tuhan membiarkan kita memutuskan…
Jalani peran masing – masing…
Biarkan dunia belajar dan melihat dari apa yang kita lakukan..
Membuat ceritaNya semakin indah dan sempurna…

Anne

1 comment:

  1. ga ada simbol buat nge-like this post..hhe
    paling suka sma qoute yg trakhir, kalo qta dipake sma Tuhan, sburuk apapun aku.. :D thx for the tag, ka..

    ReplyDelete